Minggu, 25 September 2011

One Way Ticket to Heaven


Baru selesai baca buku ini, bagian terakhir buku ini paling aku suka, yang mungkin bisa sedikit dishare di blog ini. Mari direnungkan :


Aku meminta kepada Allah untuk membuang kebiasaan burukku. Allah menjawab, “Tidak. Itu bukan tugas-Ku. Engkau justru Kuciptakan dan Kutugaskan di dunia untuk menghentikannya.”

Aku meminta kepada Allah agar membuatku menjadi penyabar. Allah menjawab, “Tidak. Kesabaran adalah hasil samping perjuangan. Kesabaran tidak dihibahkan, melainkan dipelajari.”

Aku meminta kepada Allah agar memberiku kebahagiaan. Allah menjawab, “Tidak. Aku telah melimpahkan berkat-Ku. Kebahagiaan… terserah kamu.”

Aku meminta kepada Allah agar menyingkirkan penderitaanku. Allah menjawab, “Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari keterpesonaanmu dan keterikatanmu pada dunia dan membawamu mendekat kepada-Ku.”

Aku meminta kepada Allah untuk menumbuhkan semangatku. Allah menjawab, “Tidak. Kamu mesti menumuhkannya sendiri! Bukankah Aku telah menyemarakkan hidupmu?”

Aku meminta kepada Allah untuk menyembuhkan cacat, keterbatasan dan kekuranganku. Allah menjawab, “Tidak. Jiwamu akan tetap utuh, sedang jasadmu hanya sementara.”

Aku meminta kepada Allah agar aku selalu mendapatkan kenikmatan hidup. Allah menjawab, “Tidak. Bukanlah Aku telah memberimu HIDUP, dan dengan itu, engkau dapat menikmati BANYAK hal?”

Aku meminta kepada Allah agar aku dapat MENYAYANGI sesama, sebanyak CINTANYA kepadaku. Allah menjawab, “Nah, akhirnya engkau MENGERTI.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar