Senin, 06 Juni 2011

Agar Selalu Ditolong Allah



“Setiawan, Hendra. 2011. Agar Selalu Ditolong Allah. Jabal : Bandung.”

Salah satu buku terbaik yang pernah aku baca saat nunggu macet di angkot. Beberapa hari ini jalan baru, jalan raya bogor, jalan tentara pelajar, pokoknya hampir semua jalan di jakarta, bogor, cibinong macet terus, bikin stres, rasanya pingin deh pindah ke kota lain yang lebih tenang, ga terlalu banyak penduduknya (i hope, one day). Kembali ke buku, dari bab perbab yang aku baca, ada satu bab yang pingin aku realisasikan ke dalam hidup aku, soalnya kalo semuanya langsung diterapkan berat juga hehe...karena akupun baru belajar untuk jadi pribadi yang benar, bukan sekedar pribadi yang baik. Seenggaknya buat diri aku sendiri, aku pingin bisa lebih tenang menjalani hidup. Oleh karena itu, bab ini pingin aku tulis (ga semuanya juga c, takut2 nanti ga bisa ngejalaninnya), tujuannya supaya aku selalu inget sama apa yang ingin aku capai (Amin Ya Robb), dan malu saat aku baca tulisan ini lagi ternyata semua itu belum terlaksana di hidup aku.

8. Tekadku Hari Ini


“Aku tidak tau kapan kematian menjemputku. Bisa jadi hari ini aku meninggalkan dunia ini. Oleh karena itu pada hari ini aku akan memperhatikan diri, memperbaiki penampilanku, aku akan mudah tersenyum dan lebih ramah kepada orang lain. Pada hari ini aku akan berusaha untuk melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah swt. Pada hari ini aku bertekad untuk mengerjakan salat wajib tepat waktu. Aku juga akan berusaha menambah pahala dengan melakukan hal yang sunah seperti salat sunah dan membaca Al-Qur’an. Aku akan membaca buku-buku yang berguna bagi peningkatan akhlak dan kemampuanku. Aku akan merenungi kehidupan dunia, belajar dengan giat, bekerja dengan penuh gairah, dan mampu memberikan manfaat kepada orang lain. Pada hari ini aku akan berusaha menanam pohon kebaikan, mencabut akar kejahatan, menghilangkan penyakit hati seperti iri, dengki, dan prasangka buruk. Pada hari ini aku harus menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Pada hari ini aku bertekad mengucapkan selamat tinggal pada masa lalu, karena bagaimanapun semua telah berakhir. Bagiku hari kemarin tenggelam bersama dengan tenggelamnya matahari. Aku juga tidak akan membiarkan diriku hanyut dalam harapan yang semu. Aku tidak takut bertemu dengan hari esok karena hari esok penuh dengan harapan. Hari esok merupakan masa yang belum tersentuh dan belum mempunyai bentuk lalu mengapa aku harus menyibukan diri dengan hal itu.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar