Tampilkan postingan dengan label just 4 Allah swt. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label just 4 Allah swt. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Juli 2011

Futur..

Beberapa hari ini, ngerasa sudah mundur selangkah lagi..futur tepatnya (lagi)..ga tau knp..

Zat yang maha membolak-balikan hati dan penglihatan, tetapkanlah hatiku diatas agamaMu. Aku  berlindung dari kelemahan dan kemalasan, dari sikap pengecut, tua renta, dan kikir....

Untung ketemu artikel ini,,mudah2an bisa dipraktekan (source :http://akhyadi.blogspot.com/2009/02/antisipasi-futuur.html)

Adapun untuk mengatasi futuur tersebut adalah :
1. Menjauhi perbuatan maksiat dan keburukan baik yang besar ataupun kecil.
Perbuatan maksiat itu ibarat api yang membakar hati serta akan mengundang kemurkaan Allah swt. Dan barang siapa yang dimurkai oleh Tuhannya, maka ia akan merugi dengan kerugian yang nyata, sebagaimana firman-Nya, "…Dan barang siapa ditimpa kemurkaan-Ku maka binasalah dia." (Thaha: 81)
2. Tekun dalam melaksanakan kewajiban harian.
Sesungguhnya melakukan kewajiban harian - membaca Al qur'an, al ma'tsurat, serta melakukan aneka shalat sunnah lainnya, seperti dhuha, qiyamullail, dan sebagainya - akan menimbulkan keimanan yang baik, memberikan keuletan pada jiwa, menggerakkan dan mempertinggi semangat, serta memperkuat 'azam (tekad) dalam berkhidmat kepada Allah swt.
3. Menghindarkan diri dari sikap berlebihan dalam menjalankan agama.
Membebaskan diri dari sikap berlebihan dan melewati batas bukan berarti meninggalkan suatu amal atau justru menyepelekannya, tetapi adanya sesuatu keseimbangan (iqthishaad) dan sikap pertengahan (tawassuth) disertai dengan usaha untuk melaksanakan secara kontinyu dan istiqomah terhadap semua sunah Rasul
"lakukanlah amal itu sebatas kesanggupanmu, sesungguhnya Allah tidak akan bosan sehingga kalian merasa bosan, dan sesungguhnya amal yang paling disukai Allah ialah amal yang dikerjakan terus menerus sekalipun sedikit (Mutafaq 'alaih).
4. Terjun dalam lingkungan jamaah dan tidak meninggalkannya dalam sikap apapun.
"Berjamaah itu menimbulkan rahmat (kasih sayang) sedangkan berpecah belah akan menyebabkan turunnya azab..." (HR. Ahmad).
5. Menyadari bentuk kendala yang akan dihadapi.
Dengan menyadari adanya kendala dalam menempuh jalan da'wah, kita akan memiliki bekal serta persiapan yang baik saat kendala itu benar-benar menghadang. Disamping itu da'i akan memiliki kesempatan untuk mengantisipasinya, khususnya yang berkaitan dengan penyakit futuur tersebut.
6. Ketelitian dan merencanakan strategi yang baik.
Dalam melakukan da'wah da'i harus senantiasa memperhatikan skala prioritas dan mengatur strategi, yakni dengan mendahulukan hal-hal yang penting dan menangguhkan hal-hal yang kurang begitu penting. Insya Allah laju perjalanan da'wah akan berjalan dengan lancar dan berhasil mencapai sasaran. Sebaliknya jika mengabaikannya akan mudah terjebak untuk memasuki kancah pertarungan sampingan atau berputar pada masalah juz'iyyah (sektoral).
7. Senantiasa menjalin hubungan dengan para shalihin dan mujahidin.
Hal ini perlu kita lakukan, mengingat para shalihin dan para mujahidin tersebut merupakan para hamba Allah yang memiliki jiwa yang bersih, cahaya hati, dan kilauan rohani, sepi dari sikap mencela dan memaksa. Oleh karena itu, jika kita senantiasa menjalin hubungan dengan mereka, akan dapat menghidupkan kembali tekad dan memicu semangat kita yang terkadang mudah turun-naik. Rasulullah memberi perhatian dalam hal ini lewat sabdanya, "Maukah kalian kukabari tentang orang yang paling baik?" Sahabat menjawab, "Tentu, ya Rasulullah." Beliau lalu berkata, "Yaitu seorang yang jika engkau melihatnya ia akan mengingatkan engkau akan Allah SWT." (HR. Ibnu Majah).
8. Memberikan waktu kepada jasmani untuk istirahat, makan, dan minum secukupnya.
Hal ini akan dapat memperbaharui semangat dalam tubuh dan mengembalikan kekuatan dan vitalitasnya. Nabi saw mengisyaratkan hal ini kepada para aktivis, pada saat beliau memasuki mesjid kemudian melihat sebuah tali yang dibentangkan di antara dua buah tiang. Beliau lalu bertanya, "Tali apa ini?" Para sahabat menjawab, "Itu tali milik Zainab. Jika ia merasa letih beribadah, ia akan segera bergantung pada tali ini (untuk beribadah)". Mendengar penjelasan tersebut beliau lalu bersabda, "Lepaskan tali itu, dan lakukanlah oleh kalian shalat selama kalian masih kuat, tetapi jika merasa lelah hendaklah kalian tidur." (Muttafaq 'alaih).
9. Menghibur diri dengan hal-hal yang dibolehkan.
Misalkan bermain dan bergurau dengan anggota keluarga (anak dan istri), melakukan rihlah (wisata) bersama mereka, seperti memancing, berolah raga, tadabbur (merenungi) dan tafakkur (memikirkan) keindahan alam, hiking (mendaki gunung), latihan pengembaraan untuk melatih, membekali, dan membiasakan diri ketika berhadapan dengan suatu kesulitan, berkebun, dan lain-lain.
10. Melakukan kajian secara kontinyu terhadap buku-buku yang membahas perjalanan hidup atau sejarah para sahabat atau orang-orang shalihin lainnya.
Semua kisah mereka itu sarat dengan hikmah dan perjalanan. Dapat kita jadikan sumber referensi serta bahan bandingan dalam menghadapi persoalan-persoalan yang kita hadapi saat ini. "Sungguh, di dalam kisah-kisah mereka (para nabi) terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berfikir…" (QS Yusuf: 111).
11. Mengingat kematian dan kejadian-kejadian yang bakal terjadi selanjutnya.
Dengan senantiasa mengingat kematian dan kejadian-kejadian yang bakal dihadapi selanjutnya akan dapat membangunkan jiwa dari kelelapan, membangkitkannya dari kemalasan, mengingatkannya dari kelelapan, mengingatkannya dari kelalaian, sehingga kita akan kembali bersemangat dan mulai meneruskan amaliyah. Cara yang paling baik untuk mengingat kematian adalah seperti yang diajarkan oleh Rasulullah saw, yakni dengan mempersering ziarah kubur, mengantarkan jenazah, atau mengunjungi orang-orang yang tengah dilanda sakit keras.
12. Mengingat kenikmatan surga dan azab neraka.
Hal ini akan mampu mengusir rasa kantuk dari kelopak mata, menggerakkan dan membangkitkan semangat yang mulai kendor dan melemah. Dalam sebuah riwayat dari Haram bin Hayyan, ia pernah keluar pada suatu malam, kemudian ia memanggil-manggil dengan suara keras, "Aku terpikat oleh surga. Jadi bagaimanakah seseorang yang menginginkannya dapat tidur? Dan aku sangat takut pada siksa neraka. Jadi, bagaimanakah orang yang ingin menjauhinya dapat tidur?" Kemudian ia membaca sebuah ayat, "Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?" (At-Takhwiif bi an-Naar, Ibnu Rajab).
13. Menghadiri majelis-majelis ilmu.
Karena ilmu adalah penghidup hati, maka ketika seseorang mendengarkan kata-kata dari seorang alim yang shadiq (benar) dan mukhlis (ikhlas), maka hal itu akan dapat menyuburkan semangat dirinya. Mahabenar Allah yang telah berfirman, "…Sesungguhnya yang takut terhadap Allah adalah hamba-hamba-Nya yang berilmu…" (QS. Faathir: 28). "Dan katakanlah, Ya Tuhan, tambahkanlah aku ilmu pengetahuan." (QS. Thaahaa: 114).
14. Menjalankan ajaran agama secara total.
Hal tersebut lebih menjamin kontinuitas suatu amal hingga batas akhir kehidupan kita kelak.
15. Muhasabatu an nafs (mengoreksi jiwa).
Senantiasa memantau keadaan hati dapat mengantisipasi suatu kesalahan pada waktu dini, sehingga proses pengobatannya akan lebih mudah. "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan." (QS. Al Hasyr: 18). 

Jumat, 01 Juli 2011

Iblis (Terpaksa) Bertamu Kepada Rasulullah SAW

PS : serem deh baca ini,,tapi yang masuk ke blog ini wajib baca ya...


Saudaraku, apakah saudara sudah mengenal dengan baik tentang IBLIS? Bagaimana dia menggoda manusia? Dengan kasih sayang-Nya Allah telah memaksa Iblis untuk memberikan jawaban jujur tentang dirinya kepada Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Berikut ini dialog Iblis dan Rasulullah dalam hadits dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas RA:
Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”
Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”
Kami menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”
Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”
Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.
Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”
Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.
Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”
Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”
Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”
“Siapa yang memaksamu?”
Seorang malaikat utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:
Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia, jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.
“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”
Orang Yang Dibenci Iblis
Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”
Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.
“Siapa selanjutnya?”
Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.
“lalu siapa lagi?”
Orang Aliim yang wara’
“Lalu siapa lagi?”
Orang yang selalu bersuci.
“Siapa lagi?”
Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.
“Apa tanda kesabarannya?”
“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan
memberi pahala orang-orang yang sabar.”
” Selanjutnya apa?”
Orang kaya yang bersyukur.
“Apa tanda kesyukurannya?”
“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”
“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”
Umar bin Khattab?”
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”
Utsman bin Affan?”
“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”
Ali bin Abi Thalib ?”
“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)
Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis
“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”
“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”
“Kenapa?”
“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1 x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”
“Jika seorang umatku berpuasa ?”
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”
“Jika ia berhaji ?”
“Aku seperti orang gila.”
“Jika ia membaca al-Quran?
“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”
“Jika ia bersedekah?”
“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”
“Mengapa bisa begitu?”
“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya, yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.
“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
“Suara kuda perang di jalan Allah.”
“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
Taubat orang yang bertaubat.”
“Apa yang dapat membakar hatimu?”
Istighfar di waktu siang dan malam.”
“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
Sedekah yang diam-diam.
“Apa yang dapat menusuk matamu?”
Shalat fajar.
“Apa yang dapat memukul kepalamu?”
Shalat berjamaah.
“Apa yang paling mengganggumu?”
Majelis para ulama.
“Bagaimana cara makanmu?”
“Dengan tangan kiri dan jariku.”
“Dimanakah kau menaungi anak-anakmu di musim panas?”
Di bawah kuku manusia.
Manusia Yang Menjadi Teman Iblis
Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?”
Pemakan riba.
“Siapa sahabatmu?”
Pezina.
“Siapa teman tidurmu?”
Pemabuk.
“Siapa tamumu?”
Pencuri.
“Siapa utusanmu?”
Tukang sihir.
“Apa yang membuatmu gembira?”
Bersumpah dengan cerai.
“Siapa kekasihmu?”
Orang yang meninggalkan shalat jum’at
“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”
Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.
Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas
Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”
Iblis segera menimpali:
Tidak,tidak.. tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”
“Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”
Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. “
“Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. “
“Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”
Iblis Dibantu oleh 70.000 Anak-Anaknya
Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.
Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama, sebagian untuk menggangu anakanak muda, sebagian untuk menganggu orang-orang tua, sebagian untuk menggangu wanta- wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.
Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.”
Syaithan juga berkata, “keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.
Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.
Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”
Cara Iblis Menggoda
“Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?
Akulah mahluk pertama yang berdusta.
Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.
Tahukah kau Muhammad?
Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar- benar menasihatinya.
Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku.
Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata- kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.
Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia menundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’
Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.
Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.
Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.
Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan iapun semakin taat padaku.
Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. Aku katakan padanya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat, orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’
Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.
Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?
10 Hal Permintaan Iblis kepada Allah SWT
“Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”
“10 macam”
“Apa saja?”
Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.
Allah berfirman :“Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)
Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.
Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.
Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.
Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.”
Allah berfirman : “Orang -orang boros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27).
“Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.
Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.
Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.
Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”
Iblis berkata : “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.”
” Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!”
“Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.”
“Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.”
“Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”
Rasulullah SAW lalu membaca ayat :
“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119)
juga membaca,“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)
Iblis lalu berkata:
Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk- mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu, dan aku tak berbohong.”
Saudaraku sampaikanlah risalah ini kepada saudara-saudara kita, agar mereka mengerti dengan benar, apakah tugas-tugas dari Iblis atau Syaithan tersebut. Sehingga kita semua dapat mengetahui dan dapat mencegahnya dan tidak menuruti bisikan dan godaan Iblis atau Syaithan.
Mudah-mudahan dengan demikian kita dapat terhindar dari tipu daya dan jebakan iblis.
Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.
Orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS 35: 5-7)
Sumber :
rileks.com / indobestseller.wordpress.com

Rabu, 08 Juni 2011

Jamaah Oh Jamaah

Acara Islam Itu Indah yang ditayangankan oleh Trans TV setiap hari Kamis-Ahad yang dibawakan oleh Ustadz Nur Maulana memberikan suguhan pengajian yang ringan, humoris, dan bermakna. Dengan materi yang ringan yang ada pada kehidupan sehari-hari menjadikan orang senang pada program tersebut. Memandang bahwa Islam itu berawal dari tema-tema yang kecil yang memiliki value dan hikmah serta pengamalannya dalam kehidupan menjadikan Islam itu lebih indah. Aku yakin bahwa beliau mengetahui akan kondisi umat Islam pada saat ini, orang untuk mengkaji agama itu membutuhkan pola tersendiri, seiring dengan kesibukan pada setiap manusia. Oleh karena itu, dengan gaya beliau yang menghibur jamaahnya dan panggilan khasnya pada jamaah “Jamaah oh Jamaah” menjadikan daya tarik tersendiri dalam memikat hati orang untuk mengkaji agama Islam. Di setiap akhir acara, beliau selalu membuat refleksi diri pada jamaah untuk mengevaluasi perbuatan yang telah diperbuat, mohon ampunan pada Allah, dan menyadarkan untuk berbuat baik di kemudian hari. Aku salut dengan beliau, beliau adalah tokoh yang multitalent yang mampu mengubah situasi pada pengajiannya. Banyak jamaah yang tertawa ketika beliau bertindak lucu, serius ketika beliau memberikan point materi yang diwujudkan dengan penekanan kata dan suara yang lantang menjadikan para jamaah fokus, dan menangis ketika memberikan refleksi pada akhir acara. Acara ini mengubah pandanganku dan mudah2an banyak orang diluar sana bahwa Islam itu mudah, akan tetapi jangan dipermudah. Islam itu gampang, akan tetapi jangan dipergampang karena materi-materi beliau yang ringan dan hikmah yang mendalam menjadikan orang untuk mengkaji agama lebih mudah mencerna. Semoga dengan acara ini aku bisa selalu ingat siapa pencipta aku, dan makin bertambah keimananku kepadaNYA...amin......

Senin, 06 Juni 2011

Agar Selalu Ditolong Allah



“Setiawan, Hendra. 2011. Agar Selalu Ditolong Allah. Jabal : Bandung.”

Salah satu buku terbaik yang pernah aku baca saat nunggu macet di angkot. Beberapa hari ini jalan baru, jalan raya bogor, jalan tentara pelajar, pokoknya hampir semua jalan di jakarta, bogor, cibinong macet terus, bikin stres, rasanya pingin deh pindah ke kota lain yang lebih tenang, ga terlalu banyak penduduknya (i hope, one day). Kembali ke buku, dari bab perbab yang aku baca, ada satu bab yang pingin aku realisasikan ke dalam hidup aku, soalnya kalo semuanya langsung diterapkan berat juga hehe...karena akupun baru belajar untuk jadi pribadi yang benar, bukan sekedar pribadi yang baik. Seenggaknya buat diri aku sendiri, aku pingin bisa lebih tenang menjalani hidup. Oleh karena itu, bab ini pingin aku tulis (ga semuanya juga c, takut2 nanti ga bisa ngejalaninnya), tujuannya supaya aku selalu inget sama apa yang ingin aku capai (Amin Ya Robb), dan malu saat aku baca tulisan ini lagi ternyata semua itu belum terlaksana di hidup aku.

8. Tekadku Hari Ini


“Aku tidak tau kapan kematian menjemputku. Bisa jadi hari ini aku meninggalkan dunia ini. Oleh karena itu pada hari ini aku akan memperhatikan diri, memperbaiki penampilanku, aku akan mudah tersenyum dan lebih ramah kepada orang lain. Pada hari ini aku akan berusaha untuk melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah swt. Pada hari ini aku bertekad untuk mengerjakan salat wajib tepat waktu. Aku juga akan berusaha menambah pahala dengan melakukan hal yang sunah seperti salat sunah dan membaca Al-Qur’an. Aku akan membaca buku-buku yang berguna bagi peningkatan akhlak dan kemampuanku. Aku akan merenungi kehidupan dunia, belajar dengan giat, bekerja dengan penuh gairah, dan mampu memberikan manfaat kepada orang lain. Pada hari ini aku akan berusaha menanam pohon kebaikan, mencabut akar kejahatan, menghilangkan penyakit hati seperti iri, dengki, dan prasangka buruk. Pada hari ini aku harus menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Pada hari ini aku bertekad mengucapkan selamat tinggal pada masa lalu, karena bagaimanapun semua telah berakhir. Bagiku hari kemarin tenggelam bersama dengan tenggelamnya matahari. Aku juga tidak akan membiarkan diriku hanyut dalam harapan yang semu. Aku tidak takut bertemu dengan hari esok karena hari esok penuh dengan harapan. Hari esok merupakan masa yang belum tersentuh dan belum mempunyai bentuk lalu mengapa aku harus menyibukan diri dengan hal itu.”

Selasa, 24 Mei 2011

Pantaskah Berkeluh Kesah

Ketika raga terasa jengah
Bayangkan bagaimana tempat mereka singgah
Ketika lidah merasa jenuh dengan makanan
Bayangkan bagaimana rasa makanan sisa yang mereka dapatkan
Ketika tawa hendak menutup mata hati
Rasakan peluh mereka mengais di antara mimpi
Ketika hati merasa sendiri
Berbaurlah dengan mereka yang tengah menari di dalam sepi
Apa yang kita dapat hari ini
Hanya mampu mereka lukiskan dalam mimpi
Pantaskah kita mengeluh di dalam hangat selimut
Dimana mereka menerjang malam hanya dengan pakaian yang membalut
Pantaskah kita menangis di hadapan sepiring nasi
Dimana mereka masih mampu bersyukur terhempas lapar
Sujud yang telah memudar
Seru pujian yang kian samar
Airmata yang berlinang hanya demi dunia
Ya Allah…
Berilah hamba-Mu ini kekuatan seperti mereka..
Agar lidah hamba tak lagi kelu mengucap syukur
Agar kepala ini tak lagi berat untuk bersujud
Agar airmata ini menetes hanya merasakan rindu akan surga dan cinta-Mu..

Secuil Taubat

Ketika hati perlahan mencari-Mu
Tak nampak dalam pandangan selain seringai iblis menyeruak kalbu
Hingga sebentuk hidayah kan mengalir dalam nadi
Mata ini akan benar-benar terbuka oleh hitamnya duniawi
Adakah malaikatku akan tetap bersanding
Menemani di setiap langkah yang perlahan menjauhi ridha-Mu
Meski terkadang hati dirambati rasa sesal oleh pelukan dosa
Namun sekejap akan terlena oleh gemerlap indah semu dunia
Miskin hidup ini
Kian terpuruk oleh miskin akidah yang telah di dapati
Enggan hati ini merengkuh sebentuk embun dalam dzikir
Enggan pula mata terjaga oleh damainya bersujud dalam sajadah-Mu
Buta hati ini
Oleh kebenaran yang telah Engkau gambarkan di dalam rangkaian cerita
Kian samar oleh aroma kenikmatan sementara
Kian terbuyar oleh gemerlap istana iblis yang menyilaukan mata
Adakah taubat akan tersisa
Di penghujung nafas, kala surga dan neraka benar-benar kau tampakkan pada hamba
Di antara berjuta sakit yang menghujam
Di antara tuntunan kalimah tauhid untuk bekal terakhir hamba…..
Astagfirullah...