Jumat, 29 Agustus 2014

Rapuh

Detik waktu terus berjalan

Berhias gelap dan terang

Suka dan duka tangis dan tawa

Tergores bagai lukisan
 
Seribu mimpi berjuta sepi

Hadir bagai teman sejati

Di antara lelahnya jiwa

Dalam resah dan air mata

Kupersembahkan kepadaMu

Yang terindah dalam hidupku
 
Meski ku rapuh dalam langkah

Kadang tak setia kepadaMu

Namun cinta dalam jiwa hanyalah padaMu
 
Maafkanlah bila hati

Tak sempurna mencintaiMu

Dalam dadaku harap hanya diriMu yang bertahta